Mafia wasit
Friday, August 10th, 2007
Tuan rumah seharusnya bisa menambah skor pada menit ke-13 ketika wasit M. Sueb menunjuk titik penalti setelah Ismed dijatuhkan kapten Persiraja Azhari di …
Wasit M. Sueb menunjuk titik penalti sebagai tanda pelanggaran dan Braga bertindak sebagai algojo. Tendangan pemain ini tidak dapat diselamatkan kiper PSIM …
www.antara.co.id/arc/2007/8/7/persijap-menang-atas-psim-yogyakarta-2-1/ - 22k - Tembolok - Laman sejenis
Saat Persibat meladeni Pelita Jaya, Wasit M Sueb asal Surabaya menghujani empat kartu kuning untuk kedua tim. Dua pemain Benteng Alas Roban yang mendapat …
kompas.com/kompas-cetak/0603/10/jateng/32666.htm - 45k -
Tendangan penalti itu diberikan setelah Giman menjatuhkan pemain PSS, M Eksan, … Pertandingan dihentikan wasit Mokhammad Sueb akibat ulah penonton yang …
www.kompas.com/kompas-cetak/0306/12/or/364841.htm - 37k -
Wasit M. Sueb dan asisten wasit II Achmad terancam skorsing satu tahun tidak boleh mengikuti kegiatan sepak bola nasional dalam bentuk apa pun jika …
www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/4/1/or3.htm - 15k -
Namun, penalti yang diberikan wasit Sueb, melahirkan kontroversi berkepanjangan. … Lini tengah yang digalang Nurul Huda, M Irfan dan Tri Mur sering …
www.korantempo.com/news/2003/3/6/Olahraga/72.html - 26k -
Gw bener2 kecewa dengan wasit (kalo gak salah namanya M.Sueb). > > > > Ada beberapa catatan gw terhadap wasit ini : > > a. …
www.mail-archive.com/bolaml@yahoogroups.com/msg41631.html - 11k -
Gw bener2 kecewa dengan wasit (kalo gak salah namanya M.Sueb). Ada beberapa catatan gw terhadap wasit ini : a. Terlalu toleransi terhadap pelanggaran berat …
www.mail-archive.com/bolaml@yahoogroups.com/msg41623.html - 12k -
Wasit Sueb dan Achmad Terancam Skorsing Jakarta (Bali Post) - Wasit M. Sueb dan asisten wasit II Achmad terancam skorsing satu tahun tidak boleh mengikuti kegiatan sepak bola nasional dalam bentuk apa pun jika benar-benar terbukti melakukan kesalahan fatal saat memimpin pertandingan tuan rumah Perseden melawan Persija dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia IX di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu lalu.
Kubu Persija melalui manajer tim Ronny ”Ropan” Pangemanan, Senin (31/3) kemarin melayangkan protes kepada PSSI. Menurut Ronny, pihaknya mempermasalahkan gol ketiga atau penentu kemenangan (3-2) Perseden karena Stenly Mamuaya dalam posisi off side. Jarak antara Stenly dan daerah gawang Persija kira-kira sekitar lima meter di depan Antonio Claudio dan Warsidi, namun wasit Sueb dan asistennya Achmad yang dekat dengan kejadian tidak membunyikan peluit pertanda off side.
Kubu Persija membawa rekaman pertandingan yang kemudian diputar di hadapan Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PSSI M. Zein yang bertanggung jawab penuh atas penugasan wasit di Liga Indonesia. Berdasarkan rekaman pertandingan itu, memang terlihat jelas Stenly dalam posisi off side ketika mencetak gol.
”Saya akan panggil dulu Sueb dan Achmad untuk konfirmasi kenapa hal itu bisa terjadi,” kata Zein. Diakui Zein, rekaman pertandingan sesungguhnya sudah cukup dijadikan bukti tetapi dirinya masih menganggap perlu melakukan konfirmasi dengan kedua wasit.
Kalau memang terbukti membuat kesalahan apalagi sampai fatal, tentu sanksinya amat berat. Keduanya bisa terancam skorsing satu tahun tidak boleh melakukan aktivitas dalam bentuk apa pun di lingkungan sepak bola nasional. ”Sanksi ini untuk menegakkan aturan sekaligus menjadi peringatan bagi wasit atau aparat pertandingan lainnya agar lebih hati-hati dalam menjalankan tugas,” tambah Zein.
Sejak Liga Indonesia IX digulirkan 12 Januari silam, sudah 12 wasit dan 10 asisten wasit serta 7 inspektur pertandingan diistrahatkan selama satu musim kompetisi. (035)
Di Stadion Mattoangin, Makassar, pertandingan antara PSM dan Barito Putera sempat terhenti selama lima menit pada menit ke-35. Pertandingan dihentikan wasit Mokhammad Sueb akibat ulah penonton yang melempari para pemain Barito dengan batu. Ulah penonton kembali terulang menjelang akhir babak kedua. Pada akhir pertandingan, ulah penonton yang memasuki lapangan berhasil dicegat oleh ratusan aparat keamanan. Untuk menjaga keselamatan pemain Barito, mereka terpaksa diantar dengan kendaraan taktis dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Partai PSM - PSDS Rusuh
MAKASSAR - Kericuhan kembali mewarnai Kompetisi Liga Bank Mandiri. Setelah beberapa kali terjadi di Stadion Manahan Solo, kini giliran Stadion Mattoanging Makassar. Stadion yang terkenal angker bagi tim tamu itu, kemarin, menggelar partai PSM Makassar - PSDS Deli Serdang.
Pertandingan yang berlangsung keras itu, diwarnai kericuhan dan wasit yang memimpin pertandingan, Muhammad Sueb asal Palu, menjadi bulan-bulanan protes pemain. Bahkan, para pemain kedua kesebelasan, beberapa kali nyaris terlibat perkelahian. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan PSM 3 - 0 berkat hat-trick Oscar Aravena masing-masing pada menit ke-39, 55 dan 75.
Buruknya kepemimpinan wasit juga menjadi menjadi salah satu biang kekalahan. Bukannya mencari-cari alasan, tapi wasit M Sueb asal Surabaya yang menjadi pengadil dalam pertandingan ini sering mengambil keputusan yang merugikan tim. Bahkan, salah satunya tidak memberikan hadiah penalti kepada PSM setelah Ronald dijegal Maiket Abubakar di areal terlarang.
"Itu jelas pelanggaran berat. Wasit sangat berat sebelah. Harusnya kita dapat penalti," ungkap asisten wakil manejer bidang umum Syasmul ‘Gatot’ Qamar.
Persekabpas 1, Arema 0, PETAKA MENIT AKHIR Tuesday, 12 June 2007 Malang-Surya Gol pemain belakang asal Chile Francisco `Pancho` Rotuno pada menit 82, menjadi petaka bagi Arema saat menjalani laga melawan Persekabpas di Stadion, R Soedrasono, Pogar, Bangil, Selasa (12/6). Kekalahan dari Persekabpas ini, membuat peluang Arema semakin berat untuk lolos ke babak 16 besar Copa Dji Sam Soe. Dengan hasil ini Singo Edan harus bekerja ekstra keras untuk memenangkan pertandingan di leg kedua melawan Laskar Sakera, di Stadion Gajayana, Minggu (17/6). Pertandingan yang dipimpin wasit M Sueb dari Surabaya kemarin sore berlangsung dengan tempo cepat. Sejak menit awal duet striker Persekabpas, Rully Pandengke dan Panji Setyo berulang kali merepotkan pertahanan Arema. Beruntung lini belakang Arema yang dikomando Bruno Coutou tenang dalam mengantisipasi setiap gempuran lawan. Bahkan melalui serangan balik, Patricio Morales nyaris mencetak gol di menit ke-21 andai tendangannya tidak menerpa mistar gawang Laskar Sakera. Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih seimbang 0-0. Memasuki babak kedua, Persekabpas menambah gencar alur serang dengan memborbardir pertahanan Arema. Puncaknya di menit 82, dari tendangan sudut, pemain Singo Edan gagal mengantisipasi dengan baik. Bola liar di petak penalti itu bisa disambar oleh Pancho yang berbuah gol kemenangan Laskar Sakera hingga kedudukan berubah menjadi 1-0. Pelatih Persekabpas, Abdul Muntolib, mengungkapkan kemenangan timnya tidak lepas dari kerja keras dan kesabaran pemain menjalankan strategi yang sudah disiapkan. "Arema merupakan tim bagus, beruntung di menit akhir kami bisa mencetak gol kemenangan," jelas Muntolib, kepada Surya. Meski timnya meraih kemenangan, namun Muntolib mengaku penampilan Persekabpas masih banyak yang harus diperbaiki. Terutama kerjasama pemain, ketika berada di petak penalti. "Banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, terbuang karena pemain kami lemah dalam penyelesaian akhir," tegasnya. Pelatih Arema, Miroslav Janu, mengatakan, kekalahan timnya dari Persekabpas tidak lepas dari kecerdikan lawan membaca kelengahan Singo Edan pada menit-menit akhir. "Kami harus banyak berbenah, agar bisa memukul balik